vespa

vespa idola kawula muda

Diposkan oleh meyen

Selasa, 20 April 2010

VESPA IDOLA KAWULA MUDA




SCOOTER merk Vespa buatan Italia tak diragukan lagi masih idola di kalangan anak-anak muda. "Kita sengaja pilih perkumpulan buat tukar pikiran dengan temen-temen sesama penggemar Vespa," kata Iwan, penggemar Vespa.Iwan mengatakan banyak motivasi orang membuat perkumpulan kendaraan seperti para pemilik Vespa ini.

Menurut Iwan yang bergabung dalam klub KuduVespa C01, perkumpulan rekan rekannya memiliki motivasi yang positif. "Kita kumpul-kumpul bukan untuk hal yang negatif," katanya.Ditambahkannya, mereka kumpul-kumpul dan selalu membicarakan tentang Vespa serta onderdil maupun hal-hal baru lainnya Sesekali mereka melakukan perjalanan touring ke berbagai kota terdekat dari base camp mereka di kawasan Cileduk.Bukan sekedar touring, mereka juga giat melakukan bhakti sosial yang bermanfaat. "Di kelompok kita pantang ada anggota mabok-mabokan," katanya lagi.

SATU VESPA

Dikatakan Iwan, rata-rata rekan mereka memiliki paling sedikit satu scooter Vespa. "Umumnya Vespa tua ada yang kita modifikasi tapi ada juga yang standar. Yang penting rasanya tetap nyaman dikendarain walaupun umurnya tua," kata Iwan.Hampir keseluruhan tambahnya, scooter yang dikoleksi keluaran lama khasnya, dua tak alias bensinnya harus dicampur oli.Sebenarnya sambung Iwan, dirinya dan rekan-rekan cukup penasaran dengan Vespa produk terbaru yang mesinnya empat tak. "Kataorang-orang sih enak, tapi mahal ya?" tanyanya.Hingga saat ini .diakui Iwan, Vespa terbaru masih dimiliki kalangan berpunya. Salah satunya menurut Iwan adalah ustad Gaul Jefry AL Buchori alias UJ. (awang/st)



Continue Reading

0 komentar:

antik

Diposkan oleh meyen

VESPA ANTIK MAKIN DIMINATI



Skuter asal Italia, Vespa, makin diminati untuk dimiliki berbagai kalangan di Bali. Hal itu ditandai dengan peningkatan penjualan berbagai tipe kendaraan roda dua dengan bodi membulat itu.

Denpasar, 27/1 (Automotive.Roll) - Skuter asal Italia, Vespa, makin diminati untuk dimiliki berbagai kalangan di Bali. Hal itu ditandai dengan peningkatan penjualan berbagai tipe kendaraan roda dua dengan bodi membulat itu.

"Kebanyakan peminatnya memang penggemar berat yang `tidak bisa ke lain hati`. Semakin antik dan orisinal, semakin diminati sekalipun harganya tidak murah, terkadang bisa sampai Rp50 juta," kata pemilik gerai Vespa antik, Ibrahim, di Denpasar, Selasa.

Di gerainya yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, mudah ditemui berbagai tipe Vespa antik. Mulai dari buatan `50-an sampai `70-an. Bukan sekedar menjual, Ibrahim juga mencantumkan tipe mesin, bodi, dan sekedar pengetahuan ringkas tentang Vespa yang dipajang.

Informasi tertulis itu, di antaranya tipe mesin VBB, VBA, atau PNA, untuk Vespa keluaran antara `60-an hingga `70-an. Di etalasenya juga terpajang berbagai aksesoris, baik yang orisinal pada jamannya ataupun replika, dengan harga bervariasi, antara Rp100.000 hingga Rp5 juta.

Tidak cukup itu saja, di belakang tokonya, terdapat satu bengkel las, mesin, dan cat. "Supaya Vespa yang dibeli itu betul-betul `sehat`, enak dipakai, bagus, dan membanggakan pemiliknya," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, "perburuan" Vespa antik itu dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Pulau Irian. Untuk itu, Ibrahim memiliki jaringan yang memberi informasi tentang keberadaan Vespa antik.

"Kami memang sengaja menyebar jaringan itu, karena persaingan untuk mendapatkan Vespa ini mulai sulit belakangan ini," katanya.

Saat dilihat ANTARA, seorang turis asal Eropa sedang melihat-lihat Vespa tipe Super 150 cc buatan 1966 yang diincar. Setelah melihat-lihat secara rinci, dolar demi dolar berpindah tangan setelah dokumen penjualan ditandatangani.

"Banyak juga turis yang mencari Vespa antik ke sini. Bagi mereka, harga yang tercantum jelas terjangkau, karena di Eropa, Australia, atau Amerika, harganya jauh lebih mahal. Kami juga telah memiliki kerja sama dengan perusahaan kargo internasional," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, komunitas penggemar Vespa juga sering bertandang ke gerainya. "Sekedar ngobrol, cari aksesoris, menyervis kendaraan, sampai jual-beli juga bisa di sini. Kami sangat menyambut mereka," katanya.
Continue Reading

1 komentar:

vespa Orisinil

Diposkan oleh meyen

Rabu, 07 April 2010


Vespa Orisinil Lebih Dihargai

BICARA scooter Italia, Vespa memang tidak ada habisnya. Baik sejarah, modifikasi maupun perkembangan modelnya. Termasuk pula mengenai gaya hidup dan sosial pemiliknya.

Bentuk yang unik ditopang mesin dua langkah sederhana, begitu alasan umum penggemar karya para insinyur teknik pesawat terbang ini jatuh hati.

Salah satunya Edi Putranto, sebut saja sebagai pengagum berat sepeda motor yang sudah ada sejak zaman pre war ini. Dirinya menyebut Vespa sebagai kendaraan ?sopan'.

"Hakikinya scooter adalah kendaraan ?sopan'. Kenapa? Dia tidak kencang, desain bodynya dirancang untuk menjaga dan menunjang kegiatan pemiliknya," tutur penghoby barang antik ini.

Sejak 1990-an, bapak satu putera ini sudah terpincut dengan Vespa. Perlahan dirinya menyelami dunia Vespa dengan segala keunikannya. Kini koleksi kebanggaannya berbaris rapih di teras rumahnya.

Mulai dari lansiran tahun 1952, dua lambreta dan termuda model grand sport tipe MK produksi 1960. Semuanya masih dalam kondisi bugar, kendati usia mereka sudah cukup senja.

"Vespa pertama saya beli dengan modal Rp4 juta, itu tahun 1990-an. Saya tidak tahu menahu bahannya darimana. Namun yang jelas dengan biaya sebesar itu, saya sudah bisa memiliki Vespa yang partnya pesan langsung dari negeri asalnya, Italia," kisah Edi, tentang Vespa pertamanya.

Karena memiliki history panjang serta filosofi mendalam, pemilik Vespa Kongo, produksi Uni Soviet tahun 1955 ini menyayangkan jika kendaraan dengan posisi mesin samping ini harus dirubah bentuk. Pasalnya, dari sebuah orisinalitas, nilai Vespa dapat lebih dihargai.

"Dari Vespa, saya cukup mendapatkan banyak hal, minimal banyak dikenal tetangga," kelakar penggiat event organizer ini. "Keinginan saya terhadap Vespa, hanya ingin jika sedang mengendarainya di jalan. Pengguna sepeda motor lainnya memberikan perhatian ke motor ini. Sepertinya ketika mereka melihat motor besar melintasi jalan," tutup Edi.
Continue Reading

0 komentar:

dunia vespa

Diposkan oleh meyen

Rabu, 31 Maret 2010

dunia vespa.
Sejarah Vespa Congo

Seperti telah kita sama-sama ketahui, perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960’an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo. Wujud kepedulian yang tinggi atas perdamaian dimuka bumi, Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia melalui beberapa kali pendaratan.

Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa (dari beberapa sumber mengatakan bahwa dalam pemberian itu juga ada yang berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Terlihat disini Vespa sesungguhnya telah mengikat kita (para scooteris) dengan bangsa kita dalam kancah internasional, walaupun tidak pernah tertulis dalam tinta emas sejarah republik ini.

Menarik disimak bahwa penghargaan Vespa tersebut juga tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yg lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksud juga di sematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.

Setelah itu maka pada tahun-tahun tersebut ramailah Vespa dengan sebutan Vespa Congo berseliweran di jalan-jalan, sebuah Vespa baru yang menambah tipe Vespa sebelumnya telah hadir. Kondisi ini ternyata juga memberikan dampak positif bagi penjualan Vespa di tanah air saat itu. Vespa Congo yang berbentuk bulat telah memberikan konstribusi berupa iklan gratis bagi importir Vespa di Indonesia. Perkembangan ini kemudian menimbulkan semacam stigma disini bahwa Vespa yg berbentuk bulat ya…Vespa Congo.

Jadi jangan heran apabila saat ini generasi sebelum kita menyebut Vespa bulat dengan sebutan Vespa Congo, walaupun Vespa yang dimaksud sesungguhnya adalah Vespa keluaran tahun 1962 atau Vespa keluaran tahun 1965 misalnya (hal ini pernah penulis alami saat menanyakan pada seseorang yang cukup berumur sedang bersama vespanya dan dia bilang ini Vespa Congo…, ya…sudahlah).

Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi. Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.

Dengan kondisi tersebut di atas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.

Dengan kondisi tersebut di atas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa in Indonesia, yang dijadikan tunggangan scooteris maupun sebagai barang koleksi bagi kolektor Vespa.

Saudara Kandung Vespa Congo

Salah satu keunikan Vespa Congo adalah Vespa jenis tersebut tidak diproduksi oleh Italy melainkan oleh German. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras dari pada Vespa bulat umumnya, Vespa Congo memiliki tingkat kelengkapan lebih dari pada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T). Vespa Congo adalah bukti penetrasi scooter produk Italy yang merambah dunia. Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dimulai dari perkembangan Vespa di German.

Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.

Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar German.

Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di German dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar German. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya, dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh German Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.

Vespa ternyata cepat populer di German, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylis serta memuji Piaggio atas ciptaanya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian German yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.

Kemudian ia menciptakan Vespa dengan sebutan model Konigin yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan chromm serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan scooter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.

Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren dan GS yang diklaim lebih dahsyat. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.

Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya German kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.

Dari uraian tersebut di atas dimanakah saudara kandung Vespa Congo kita sebenarnya? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini yaitu, pertama dari sisi tahun kerjasama antara Piaggio dengan beberapa perusahaan di German dan kedua dari sisi tahun serta nomor produksi yangmenyertai Vespa Congo itu sendiri. Dari penulusuran penulis terhadap beberapa Vespa Congo yang ada berdasarkan tahun keluaran dalam BPKB adalah tahun 1958 hingga 1963, hal ini sangat sinkron apabila dikaitkan dengan selesainya tugas Pasukan Garuda Indonesia saat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Congo. Untuk kurun waktu tersebut maka kerjasama antara Piaggio dengan Hoffmann tidak masuk hitungan. Hal ini disebabkan kongsian keduanya bubar di tahun 1955 dan produk dari kerjasama itupun berbentuk Vespa dengan model stang sepeda dan menggunakan Fender Light. Kerjasama kedua Piaggio di German bersama Messerschmitt. Dari kerjasama inilah keluar produk Vespa GS yang sering disebut di Indonesia GS versi German dan 150 Touren yang merupakan cikal bakal Vespa Congo kita, akan tetapi kongsian itupun tidak bertahan lama karena di tahun 1957. mereka bubar. Namun pengembangan GS dan 150 Touren terus berlanjut, saat Piaggio kerjasama dengan Martial Fane Organization dengan mendirikan Vespa GmbH Augsburg 1958, dari kerjasama inilah kemudian lahir apa yang kita sebut sebagai Vespa Congo.
Continue Reading

1 komentar:

vespa PX

Diposkan oleh meyen

vespa for sale in miami usa vespa dealer miami


Vespa PX 150

vespa px150 scooters usaVespa PX 150
No need to adjust your monitor, and no, you haven't gone back in time. This is the real deal, the original, the legendary, the classic PX, back in the U.S. after a 20+ year hiatus.* These brand new Vespas may have just come off the production line, but they're classic PX. Maintaining its original design and technical innovation, it is the only choice for those who want the traditional four-speed gear shift and a design that never goes out of style.
Highlights:

High quality pressed steel monococque
Manual, four-speed transmission
Rear foot break
150cc, single cylinder, two-stroke, engine
Standard spare wheel
Electric and kick starter

Please contact us for more details about the Vespa PX150

This beloved icon is being relaunched by Piaggio in the American market in a numbered, limited edition named PX 150 Serie America. Starting in November, 500 of these beauties, each marked with its own number, will be available in Vespa's classic vintage green at dealers around the United States.
(This model will not be available in California.)

The relaunched version of the Vespa PX incorporates new technology but has maintained its original, unique design appeal. It demonstrates post-modern, elegant, minimal styling without nostalgia. It continues the unmatched combination of practical design with reliable technical underpinnings and competitive pricing that have proven unbeatable for longer than a quarter of a century.

vespa px150 for sale vespa  px150 for sale vespa px150 for sale
History of Vespa PX150
A quarter of a century provides a tableau for a range of human events.

In the autumn of 1977 Piaggio Group launched a radically new Vespa model with a modern design and advanced technology. Called the PX, this scooter was a 125cc road warrior that cost about $450. Soon after, the 125 was joined by 150cc and 200cc displacement models. The PX 150 became the post popular Vespa model of all time.

For the original launch of the Vespa PX, Piaggio Group, the parent company of the Vespa brand, made a huge wooden model of the classic scooter, more than 12 feet tall. The model can be seen today at the Piaggio Museum in Pontedera in Tuscany, not far from Florence.
But the Vespa PX's records-breaking performance doesn't stop at the giant model or the huge sales figures. Giorgio Bettinelli, an Italian traveler and writer, has logged about 160,000 miles (254,000 kilometers) in journeys all over the world on his Vespa PX during the course of four trips. That stands as the record for distance traveled on a PX.

In 1980 two Vespa PX 200s, ridden by M. Simonot and B. Tcherniawsky, reached the finish line of the second Paris-Dakar rally. Four-time Le Mans 24 Hours winner Henri Pescarolo helped the French team put together by Jean-François Piot.

In 1981 Piaggio stopped selling Vespas in the United States. It would be nearly 20 years before Vespas would be sold in America again. And eager fans waited until 2004 for the return of the Vespa PX 150 - a joyful reunion and re-introduction.

Vespa PX 150 Culture
Born in 1977, the Vespa PX is one of the few two-wheeled vehicles in the world that generates passion and pleasure of possession. The PX has been called a "true, immortal classic," an icon of Italian design and style recognized around the world.

Within the Vespa product line, the PX stands like a perpetual standard among vehicles - a myth for anyone who aspires to understand the Vespa experience, complete with the uniquely traditional manual gear change and the unmistakable mark of the Vespa spare wheel.
Continue Reading

1 komentar:

vespa sprint

Diposkan oleh meyen

VESPA 150 SPRINT VS VESPA 150 SPRINT VELOCE



Lahirnya Vespa Sprint dalam medio dekade 1960?an sebagai salah satu varian scooter produksi Piaggio, terbilang cukup mencuri perhatian para scooterist di seluruh dunia. Dengan penampilan awal yang hampir menyerupai Vespa Grand Lux, Vespa 150 Sprint hadir seakan ingin melanjutkan semangat kebebasan generasi 1960?an kepada genarasi 1970?an dalam hal berkendaraan scooter tanpa harus kehilangan sentuhan stylish namun tangguh.



Hampir setiap sudut penampilan Vespa 150 Sprint diperbesar dari vespa umumnya keluaran dekade 1960?an (VNA/VNB/VBB/VBC). Memiliki ukuran ban lebih lebar (3.50X10?), box dikedua bagian kiri kanannya serta spakbor yang lebih besar dibandingkan vespa kelas super menjadikan scooter ini tampil lebih unggul dan gagah dibandingkan dengan sekelasnya (150cc).



Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat Vespa 150 Sprint seakan ingin menghidupkan kembali nuansa Vespa GL dalam bentuk lain di era 1970?an namun dengan harga yang terjangkau. Bahkan beberapa pendapat mengatakan bahwa vespa serie ini merupakan spec-drop dari Vespa GL.



Didukung oleh strategi pemasaran khas vespa, sepertinya Piaggio cukup berhasil dalam penjualan produksi vespa serie sprint, hal ini mengingat dalam variant tersebut sempat dikeluarkan dua jenis dimana keduanya memiliki perbedaan-perbedaan yang nyata dari segi penampilan maupun ketangguhan mesinnya.





Vespa 150 Sprint



Dikeluarkan pada tahun 1965 hingga 1974, Vespa 150 Sprint merupakan generasi awal dari serie ini. Menggunakan salah satu keluarga mesin klasik 145.55 cc dengan penambahan cukup signifikan dalam hal kekuatan yaitu melalui besaran daya angkut yang diselaraskan dengan kecepatannya.



Kerangka body Vespa 150 Sprint sama dengan produk untuk Vespa GL, namun dengan sentuhan warna baru yakni silver metalik. Di sayap (fender) bagian kanan tersemat kata Vespa Sprint tersusun miring dua baris dengan style italic handwritting terbuat dari sejenis campuran alumunium yang berefek kebiru-biruan. Begitupun halnya dengan kata dibagian belakang, tertulis 150 Sprint tersusun miring satu baris yang berbahan serta material sama seperti bagian depan dan terletak agak diatas lampu bagian belakang.



Terdapat striping lurus terbuat dari alumunium pada bagian spakbor depan, box bagasi dan box mesin yang sejajar di kiri kanannya. Dengan kunci stang berbentuk oval, Vespa 150 Sprint menggunakan 2 jenis jok sesuai dengan permintaan yaitu model jok (sadle) ganda (pengendara dan penumpang) berwarna biru tua maupun dan jok panjang (single-seater).



Adapun bagian-bagian yg berlapis krum adalah baut gagang rem depan dan gagang kopling, klakson, rumah lampu belakang, ring lampu depan, kunci stang, tutup kunci stang dan kunci tutup box bagasi. Lapisan berwarna seng terdapat pada bagian-bagian seperti standar, shock bagian depan, seluruh baut dan mur serta tutup bak kopling.



Sementara itu bagian yg beraksen posfor meliputi shock bagian belakang termasuk per, baut dan murnya, serta per bagian depan. Sentuhan metal halus terdapat pada bagian gagang rem depan dan kopling, pedal rem belakang, gantungan barang, kuku macan, jengger depan, selahan, kunci (pengkait) box mesin, gagang kran bensin, dan lis sayap depan. Bagian yg bernuansa stainless adalah rumah saklar dan lis karpet tengah yang terbuat dari karet.



Dengan stang (handlebar) model kotak seperti GL dan Super serta speedometer oval, adapun nomor serial body Vespa 150 Sprint terukir dibagian kiri dibawah box bagasi dengan kode VLB1T 1001-VLB1T 1205477 dan nomor mesin di bagian paha ayam mesin dekat pipa saluran knalpot diawali dengan kode VLB1M. Bagian-bagian lain yg memiliki warna berkesan alumunium meliputi velg, tromol depan dan belakang, tutup kipas, fork depan. Sementara itu warna lapisan anti karatnya adalah abu-abu.




Vespa 150 Sprint Veloce



Diproduksi antara tahun 1969 hingga 1979 mesin Vespa Sprint 150 Veloce dirancang lebih dahsyat ketimbang Vespa 150 Sprint. Dimana salah satunya adalah dengan ditanamkannya karburator berukuran 20/20 dan saringan karburator yang diperbesar.



Perubahan lainnya adalah pada knalpot yg lebih besar sehingga menghasilkan suara berbeda dari serie sebelumnya. Dengan top speed mesin mencapai 97km/h, ukuran body Vespa 150 Sprint Veloce sama dengan Vespa 150 Sprint. Veloce memiliki model baru dalam bentuk lampu depan yang membulat dengan lingkaran 130mm dan dilindungi oleh ring lampu beraksen krum. Terdapat lampu kecil yang tersambung dengan lampu depan, berwarna hijau dikelilingi oleh ring alumunium di stang bagian atas speedometer.



Speedometerpun mengalami perubahan yang kontras dibandingkan dengan Vespa 150 Sprint. Speedometer veloce dirancang sama dengan model Vespa Super serie terakhir yang berbentuk lebih kecil (clamshell), mempunyai warna putih fascia dengan maximum angka tertera 120 km/h.



Sama halnya dengan Vespa 150 Sprint, veloce memiliki logo model baru yang berbentuk hexagonal (cung) tersematkan didepan mengganti logo P/ seperti serie vespa keluaran sebelumnya.



Dengan tidak menyertakan kembali striping alumunium yang terdapat pada spakbor depan dan box kiri-kanan. Pada awal produksinya, model handgrip veloce berwarna abu-abu terang dengan lambang Piaggio hexagonal didalamnya. Pada saat perjalanan produksi warna handgrip diganti hitam juga speedometer dan karet box kiri-kanannya.



Lampu belakang yang berbentuk kotak besar seakan menyembul dari body bagian belakang berwarna merah menyala dengan reflector menyatu didalamnya dan dilindungi oleh tutup yang terbuat dari bahan plastic pada bagian atasnya dengan warna senafas warna body.



Pada perkembangannya motif tulisan bagian depan dan belakangpun ikut berubah. Tulisan vespa bagian depan menggunakan font yang lebih tegas beraksen krum dimana setiap hurufnya seakan disatukan oleh plat yang berbintik halus dan berwarna hitam dengan posisi horizontal. Sementara itu pada bagian belakang tertulis vespa v. beraksen krum ter-emboss yang dibingkai dengan bentuk segi empat memanjang dimana dasar dari tulisan tersebut berwarna hitam berbintik halus dengan posisi horizontal. Adapun bahan dan material dari pada tulisan tersebut sama dengan serie sebelumnya.



Lapisan krum terdapat pada bagian-bagian yang antara lain ring lampu depan, tutup kunci stang dan kunci box bagasi. Lapisan beraksen seng terdapat pada bagian standar, shockbreaker dan per bagian depan, baut dan mur, dan tutup bak presneleng. Aksen phosfor menghiasi shock bagian belakang (termasuk per, baut dan mur), per standar dan mur baut bagian mesin. Kesan warna metal halus terdapat pada gagang rem depan dan kopling, pedal rem belakang, gantungan barang, jengger spakbor, selahan, kunci box mesin, kuku macan dan puteran kunci tangki. Sementara itu lapisan stainless terkesan pada rumah saklar dan lis karpet karet tengah.



Adapun nomor serial body Vespa 150 Sprint Veloce terukir dibagian kiri dibawah box bagasi dengan kode VLB1T 0150001-VLB1T 0368119. Pada perkembangannya seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada beberapa bagian sebagaimana tersebut diatas, nomor serial body pindah posisi ke sebelah kanan box mesin sama seperti produk-produk piaggio era 1980?an.



Namun demikian nomor mesin tetap berada di bagian paha ayam mesin dekat pipa saluran knalpot. Bagian lain yg memiliki warna alumunium adalah velg, tromol, tutup kipas, fork depan, dan warna lapisan anti karatnya adalah abu-abu.



Seiring dengan warna-warninya kehidupan generasi 1970?an yang dikenal dengan flower generation, Piaggio menangkap semangat ini melalui pengaplikasian warna-warna cerah dalam produk Vespa 150 Sprint Veloce. Apabila pada Vespa 150 Sprint hanya tersedia satu warna saja (silver metalik), tidak demikian halnya dengan Vespa 150 Sprint Veloce.



Veloce dari tahun ke tahun memiliki option warna yang berbeda-beda antara lain sebagai berikut: 1969-1970 warna silver metalik, 1970-1971 biru, 1971-1972 metalik putih rembulan, 1972-1973 merah, 1973-1975 hijau ascot, 1975-1976 hijau valombrossa, 1976-1979 biru marine dan abu-abu polaris.




Head To Head



Berikut ini adalah perbedaan spesifikasi yang menyertai Vespa 150 Sprint dengan Vespa 150 Sprint Veloce:














Continue Reading

0 komentar:

vespa lambreta

Diposkan oleh meyen

Lambretta



The Lambretta was a line of motor scooters originally manufactured in Milan, Italy, by Innocenti but also manufactured, under license by Société Industrielle de Troyes" (S.I.T.) in France, NSU in Germany, Serveta in Spain, API in India, Pasco in Brazil, Auteca in Colombia, and Siambretta in Argentina. In 1972, the Indian government bought the Milanese factory and the rights to the Lambretta name, creating Scooters India Limited, or SIL. Today, the Innocenti brand name rights are owned by Fiat, where as the Lambretta, and Lambro, brand names are owned by SIL and are licensed to many companies who want association with the iconic brand, including: Taiwanese manufactured scooters; Indian light vehicle engines; British fashion clothing; and Chinese


File:Lambretta LI 150 series 2 (200) Scooter.jpg
Continue Reading

0 komentar:

Counter meyen

vespa

vespa